Gejala Alergi Susu Sapi Pada Bayi

Alergi susu sapi adalah kondisi umum yang dialami oleh setiap orang. Baik itu orang dewasa maupun bayi bisa saja mengalami alergi susu sapi. Bagi seorang ibu yang berhalangan memberikan ASI, biasanya akan digantikan dengan susu formula sebagai alternatif nutrisi bagi bayi. Akan tetapi, susu formula ini berasal dari susu sapi yang mungkin bisa mengakibatkan bayi mengalami alergi. Ketika bayi mengalami alergi susu sapi ini, berarti sistem kekebalan tubuhnya menjadi lemah.

Kalau sistem kekebalan tubuhnya lemah, tidak dapat menerima protein yang berasal dari susu sapi. Protein yang ada di susu sapi akan bisa menyebabkan bayi dalam kondisi buruk, bisa saja si kecil terus-menerus menangis sehari-hari. Nah, berikut ini gejala alergi susu sapi yang ditunjukkan oleh bayi!

Nafas berbunyi

Gejala yang pertama dan paling sering  ditunjukkan bayi adalah nafasnya mengeluarkan bunyi. Nafas yang seperti ini terjadi karena bayi Anda kesulitan bernafas. Saluran pernapasasan pada dasarnya menunjukkan reaksi yang cepat, karena disana terdapat banyak lendir. Jika lendir yang dihasilkan oleh saluran pernapasan berlebihan, maka membuat pernapasan si kecil menjadi tidak nyaman dan akhirnya menyebabkan bunyi.

Batuk-batuk

Tanda alergi susu sapi yang ditunjukkan oleh bayi berikutnya adalah batuk-batuk. Bayi memang mempunyai sistem kekebalan tubuh yang sensitif dan berbanding lurus dengan sistem pernapasannya. Saat tubuhnya menolak kehadiran zat asing akan mengakibatkan batuk baik berdahak atau kering. Mungkin awalnya, bayi Anda akan memiliki suara serak, sehingga membuatnya menangis nampak sangat sakit. Lalu, dia akan sering batu-batuk terutama setelah mengkonsumsi susu formula.

Bayi menangis ketika menelan susu

Ketika bayi Anda menangis kala minum susu, bisa saja terkena alergi susu sapi. Kebanyakan para ibu menganggap kalau kondisi ini berkaitan terjadi kareba rasa susu yang tidak disukai. Tapi, sebenarnya itu karena bayi terasa sakit dan sesak di tenggorokan. Jadi, itu merupakan suatu reaksi saluran pernapasannya terhadap susu sapi yang dikonsumsi.

Diare

Bayi juga akan menunjukkan reaksi diare saat mengalami alergi susu bayi. Diare ini dapat mengakibatkan tubuh bayi lemah. Reaksi ini bisa terjadi cepat sekali setelah bayi minum susu formula. Keadaan ini terjadi karena saluran pencernaan bayi tidak mampu menerima gula alami atau zat yang dikandung dalam susu sapi. Ingat, beberapa susu formula mengandung pemanis buatan dalam batas normal. Tapi, kondisi ini masih belum mampu diterima oleh tubuh bayi Anda.

Perut kembung

Gejala selanjutnya adalah perut kembung. Saat saluran pencernaan bayi tidak dapat menerima susu sapi, maka pencernaannya pun akan terasa tidak nyaman. Sehingga, dapat mengakibatkan bayi Anda mengalami perut kembung yang akhirnya ke mual atau muntah. Perut kembung ini menjadikan bayi tidak dapat membuang gas, sehingga perutnya membesar. Anda bisa mengetahuinya dengan cara mengetuk perutnya, jika suaranya nyaring berarti itu kembung. Kondisi itu juga menyebabkan bayi rewel, kalau sudah mual atau muntah maka dia tidak mau mengasup susu bayi lagi.

Ruam merah di kulit

Ciri-ciri alergi susu sapi selanjutnya yakni gatal-gatal dan ruam merah di kulitnya. Tentu Anda tahu kalau bayi sangat sensitif. Saat tubuhnya mengalami alergi, bisa muncul ruam merah yang menyebabkan rasa sangat gatal. Reaksi ini muncul dengan cepat sesaat setelah bayi mengkonsumsi susu sapi.

Matanya berair

Gejala yang perlu Anda waspadai berikutnya adalah mata bayi Anda berair. Jika mengalami beberapa gejala diatas dan diserta mata berair, kemungkinan bayi Anda mengalami alergi susu sapi. Mata berair biasanya juga disertai mata bengkak. Tapi, Anda perlu perhatikan secara seksama sebelum menduga-duga.

Tubuhnya sangat lemah

Reaksi alergi susu sapi juga menimbulkan gejala tubuh yang sangat lemah. Hal itu karena terjadi penurunan tekanan darah dan bahkan sampai bayi pingsan. Kondisi ini menunjukkan kalau gejala alergi sudah parah. Tubuh lemahnya ini juga mungkin karena bayi kehilangan cairan. Anda perlu waspada ketika bayi menangis berlebihan setelah minum susu sapi. Kalau sudah seperti ini sebaiknya bawa ke rumah sakit.

Tidak mau minum susu

Bayi juga takkan mau minum susu karena ketika minum dia merasakan ketidaknyamanan pada pencernaannya. Beberapa bayi memang tidak menunjukkan gejala fisik yang berkaitan dengan alergi susu sapi ini. Tapi, dia akan terus menolak saat diberikan susu. Kalau sudah menolak minum susu, janganlah memaksanya terus. Periksakan ke dokter dan mintalah solusinya.

Terkena kolik

Kolik adalah reaksi yang juga muncul karena bayi alergi susu sapi. Kolik ini membuat bayi Anda sangat marah dan menangis terus-menerus. Perutnya kembung serta mengalami gejala yang tidak nyaman lainnya di tubuh. Banyak dari para ibu yang tidak menyadari bahwa hal ini terjadi karena alergi susu formula. Jika Anda sudah mengetahui jika kolik karena susu bayi, maka segera hentikan pemberian susu pada si kecil.

Muncul Eksim pada kulit

Kulit bayi memang sensitif dan dia juga memunculkan reaksi jika tubuh bayi mengalami alergi. Beberapa akan emngalami eksim yang parah, sehingga dia merasa sngat tidak nyaman. Eksim ini berawal dari ruam merah, kemudian menumpuk banyak di kulit menjadi keras, dan gatal sekali.

Bengkak wajah

Akibat alergi susu bayi juga menimbulkan bengkak pada wajah bayi. Kondisi ini sangat mengerikan dan sangat kasihan. Wajahnya bengkak, terus menangis, sulit bernapas itulah gejala yang mungkin dialami beberapa bayi.

Demikianlah gejala alergi susu sapi yang sering ditunjukkan oleh bayi. Jangan lengah menjadi ibu dan buatlah mereka nyaman serta sehat selalu.

(Visited 24 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *