Mengenal Fungsi dan Komponen-komponen Koil Motor

Kendaraan bermotor agaknya memang tersusun atas beberapa jenis perangkat yang digunakan untuk mendukung kinerjanya agar lebih baik. Komponen-komponen tersebut dinamakan sebagai onderdil, jika ada saja salah satunya yang bermasalah maka juga akan sangat mempengaruhi kinerja dari kendaraan tersebut. Menjadi kurang nyaman ketika digunakan atau bahkan tak mengalah sama sekali. Ada beberapa komponen atau sparepart yang ukurannya memang besar, namun juga ada diantaranya yang memiliki ukuran kecil namun fungsinya cukup vital, salah satu diantaranya adalah seperti koil motor .

Berbicara mengenai masalah sumber kelistrikan yang ada pada kendaraan roda dua tersebut, maka tak akan bisa dipisahkan dari bagian yang satu ini tentunya. Biasanya ada di bagian aki. Karena memang fungsi utama dari onderdil ini adalah untuk mengubah tegangan rendah pada aki dari sebuah kendaraan bermotor menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. Sehingga dengan adanya perubahan tegangan ini nantinya akan menciptakan bunga api, inilah yang menjadi sumber kelistrikan sehingga kendaraan bisa menyala dan nyaman dipakai berkendara.

Sehingga tak heran jika seandainya kendaraan tiba-tiba mati atau tak bisa dinyalakan, maka tak perlu repot-repot dalam mencari sumber penyebabnya, karena bisa dilihat pada bagian koil motor ini sendiri. Sebagian banyak memang disebabkan oleh komponen yang satu ini tak bekerja sebagaimana mestinya, sehingga harus diganti dengan yang baru kembali.

Jika melihat berdasarkan struktur dan juga fungsinya sendiri, maka komponen yang satu ini sebenarnya terbagi atas beberapa jenis, diantaranya adalah:

  1. Secondary koil, bukan bagian vital atau utama namun memiliki fungsi yang juga tak kalah penting, pada bagian yang satu ini tersusun atas tembaga dengan ketebalan sekitar 0,1 mm. Jumlah lilitannya juga tidak sedikit, ada sekitar 10 ribu lilitan untuk menghasilkan kelistrikan nantinya. Bagian ini nantinya akan bergerak menuju ke bagian terminal high voltage yang ditujukan untuk menaikkan tegangan, sedangkan untuk bagian yang satunya akan menuju ke primary koil.
  2. Primary koil, komponen yang lainnya adalah bagian yang paling utama untuk menunjang pekerjaan dari koil ini sendiri, bagian yang satu ini masih tersusun atas beberapa lapisan tembaga dalam bentuk lilitan, namun lebih tebal dibandingkan dengan secondary koil, yaitu ukurannya adalah 0,5 mm yang meliliti inti besi, untuk cara kerjanya sendiri adalah menghantarkan aliran listrik ketika perubahan drastis mulai terjadi, yang nantinya akan menghasilkan sinyal listrik. Jumlah lilitan akan sangat mempengaruhi induksi yang terjadi, apakah bisa berlangsung tinggi ataupun rendah.

Lalu bagaimana cara memilih koil yang bagus untuk kendaraan tersebut, berikut ini yang harus diketahui:

  1. Periksa bagian pengapiannya, baik atau tidaknya koil untuk menghasilkan pengapian disini adalah dilihat dari api yang dihasilkan apakah lebih atau kurang dari 8 mm. Ukuran normal yang baik adalah lebih dari 8mm dan kurang dari 10 mm yang diproduksi secara terus menerus,
  2. Kabel insulator tegangan tinggi, bagian yang paling sering mengalami kerusakan padahal dipakai hanya beberapa waktu saja, sehingga harus selektif dalam menjatuhkan pilihan. Jadi periksa permukaan karet pembungkusnya apakah dibuat dari bahan yang berkualitas tinggi atau tidak. Karena hal ini sangat mempengaruhi kekuatannya sehingga tak mudah rusak.
  3. Sesuaikan dengan jenis kendaraan yang Anda miliki, berbeda jenis kendaraan faktanya juga akan sangat berpengaruh pada pemilihan koil motor ini. Untuk itu pilihlah yang spesifikasinya sesuai.
(Visited 51 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *