Minum Susu Saja Tidak Cukup Untuk Hindari Osteoporosis

 Minum Susu Saja Masih Kurang Untuk Hindari Osteoporosis

 

Selama ini ada anggapan yang menyebut bahwa minum susu sudah cukup untuk mencegah terjadinya penyakit osteoporosis atau kerapuhan tulang. Namun anggapan tersebut dikoreksi, oleh Dokter spesialis kesehatan olahraga dr Michael Triangto. Menurutnya, susu saja tak cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium tubuh.

Apalagi di Indonesia, orang yang beranjak dewasa biasanya akan berhenti minum susu karena menganggap bahwa susu hanya asupan untuk anak-anak dan bayi saja. Ini berbeda dengan orang Eropa misalnya, yang terus melanjutkan kebiasaan minum susu walau telah dewasa bahkan manula.

“Di Indonesia dan negara Asia, kebiasaan minum susu itu hilang saat beranjak dewasa, padahal susu adalah salah satu sumber kalsium. Hal inilah yang bikin anak muda kita rentan kekurangan kalsium,” ungkap dr Michael seperti dilansir laman Liputan6.com.

Tak hanya minum susu secara rutin, melakukan olahraga dengan teratur dan aktifitas fisik lainnya juga sangat penting dilakukan jika ingin terhindar dari osteoporosis.

Faktor yang menentukan seberapa banyak aktifitas fisik yang harus dilakukan adalah berat badan dan kondisi tulang. Jadi, pemeriksaan Bone Mineral Density (BMD) itu penting, guna melakukan pencegahan osteoporosis.

BMD idealnya dilakukan sejak usia 40 tahun, tambah dia. Jadi bisa terlihat seberapa kebutuhan kalsium yang harus diberikan pada tubuh, dan juga apa aktifitas fisik yang harus dilakukan. Jadi tak asal olahraga maka akan sehat.

“Ada orang yang berolahraga sampai kurus tapi saat diperiksa ternyata tulangnya keropos. Jadi olahraga itu baik kalau tidak berlebihan,” ungkap dr. Michael.

 

 

 

(Visited 20 times, 1 visits today)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *